Official Website - MNC Finance
  • (021) 29701100

  • Jam Operasional :  08.30 - 17.30

Tips Cermat Mengelola Keuangan Rumah Tangga

20 April 2019

Mengatur keuangan rumah tangga butuh strategi. Untuk memenuhi berbagai kebutuhan keluarga, mulai dari belanja bulanan, tagihan listrik, cicilan rumah, cicilan mobil, hingga biaya sekolah anak tentu bukan hal yang mudah. Belum lagi kebutuhan untuk dapat menyisihkan penghasilan ke dalam berbagai pos dana darurat, tabungan, dan investasi; semuanya membutuhkan langkah yang cermat!

Lalu, bagaimana cara mengelolanya? Simak 5 tips berikut ini!


1. Proyeksikan Pendapatan dalam Satu Bulan

Langkah paling mendasar yang perlu dilakukan adalah memproyeksikan pendapatan yang akan diperoleh dalam satu bulan. Kamu bisa melakukannya menjelang tanggal gajian. Misalnya jika bekerja di kantor, kamu bisa menghitung berapa pendapatan yang datang dari gaji bulanan, uang lembur di kantor, hingga upah yang didapat dari pekerjaan sambilan atau laba dari bisnis kecil-kecilan.


2. Buat Anggaran Keuangan & Prioritas Pengeluaran
Setelah mencatat penghasilan bulananmu, catat juga pengeluaran per bulan sehingga kamu dapat memantau setiap dana yang dikeluarkan. Penting juga untuk membuat prioritas pengeluaran setiap bulannya dan pembagian pos-pos keuangan sesuai kebutuhan keluarga agar keuangan rumah tanggamu tidak ‘kebobolan’. Prioritaskan pengeluaran untuk kebutuhan rumah tangga, mulai dari kewajiban-kewajiban yang sifatnya tetap, seperti KPR, kredit kendaraan, kartu kredit, premi asuransi, dan biaya pendidikan anak. MNC SAKU EXPRESS bisa menjadi solusi pembiayaan cepat kredit multiguna dengan persyaratan yang mudah, proses cepat, bunga rendah, dan pencairan tinggi.


3. Alokasikan Keuangan untuk Tabungan dan Investasi

Setelah aman untuk pengeluaran inti tiap bulan, hitung dan sisihkan sebesar kurang lebih 25-30 persen dari pendapatan untuk tabungan dan investasi. Perbandingan antara tabungan dan investasi bisa diatur sesuai kebutuhan.


Biasanya, tabungan digunakan untuk pengeluaran besar yang akan terjadi dalam jangka pendek. Sementara uang yang akan diinvestasikan adalah uang yang kira-kira tidak akan digunakan dalam setahun ke depan. Dari jumlah tersebut, baru dialokasikan ke instrumen-instrumen investasi seperti emas, reksadana, saham, dan sebagainya.


4. Sisihkan Dana Darurat

Dana ini wajib kamu siapkan untuk mengantisipasi berbagai kebutuhan mendesak, misalnya apabila terjadi kecelakaan, musibah, atau keperluan sekolah anak. Biasanya, dana cadangan sebesar 6-12 kali pengeluaran bulanan.


5. Lakukan Pembukuan
Terakhir, namun tak kalah pentingnya adalah menyusun rencana keuangan yang telah disebutkan dalam langkah-langkah sebelumnya ke dalam sebuah buku catatan. Rencana keuangan ini bisa berbentuk tabel yang memuat tanggal, pemasukan, pengeluaran, dan saldo, seperti buku tabungan.

Selamat mencoba!