Official Website - MNC Finance
  • (021) 29701100

  • Jam Operasional :  08.30 - 17.30

Merencanakan Pendidikan untuk Generasi Alfa

28 Juni 2019

Secara pengertian, generasi alfa ialah anak-anak yang lahir antara tahun 2010-2025. Mengejutkannya, berdasarkan riset dari Mark McCrindle, ada 2.5 juta generasi alfa yang lahir setiap minggunya di seluruh dunia.

Dengan kondisi yang besar, serta potensi yang baik, pendidikan yang tepat akan menentukan keberhasilan generasi alfa. Alasannya, setiap generasi memiliki karakteristik pendidikannya tersendiri. Jangan sampai, orang tua milenial salah dalam menyikapi anak-anak mereka. Lalu, bagaimana karakteristik generasi alfa yang perlu diperhatikan saat mendidik mereka? Mengadaptasi dari Schawbel (2014), berikut karakteristiknya:

1. Memiliki lebih banyak jiwa entrepreneur

Berdasarkan kemampuannya dalam mengakses informasi, mengenal lebih banyak karakteristik orang, juga teman-teman sebaya. Diprediksi banyak anak di generasi ini yang memulai bisnis di umur yang kurang dari 10 tahun. Meskipun ada resiko kegagalan, mereka diprediksi dapat lebih sukses.

Menurut Jenny Coetzee, salah satu pakar dalam pendidikan karir, generasi alfa perlu dididik oleh pemikiran kewirausahaan dan jiwa kepemimpinan. Dua bidang itu perlu diselenggarakan dalam masing-masing mata pelajaran.

2. Memiliki kemampuan yang tinggi dalam teknologi dan candu media sosial

Perkembangan teknologi dirasakan generasi alfa melalui perkembangan aplikasi telepon pintar. Kehadiran aplikasi itu menggantikan dominasi dari Komputer, laptop, atau tablet. Generasi ini sangat piawai dalam menggunakan fitur telepon pintar.

Jenny Coetzee berujar, “generasi ini  hidup dalam lingkungan sumber pengetahuan yang terbuka. Caranya hanya dengan mengklik dari berbagai informasi dan terhubung dengan dunia yang tak terbatas melintas negara dan budaya. Generasi ini melampaui kemampuan membaca teks huruf, tetapi lebih visual dan video lebih banyak berpengaruh dalam perkembangannya”. Jadi, pendidikan melalui teknologi sangat penting loh buat generasi alfa ini.

3. Perilaku orangtua sangat berpengaruh

Adanya kecenderungan untuk menikah di umur tua pada generasi milenial menjadikan hubungan dengan anaknya yaitu generasi alfa terasa spesial. Perilaku orang tua yang terpaut umur lebih jauh dengan anaknya diharapkan akan menghadirkan hubungan parental yang  lebih dewasa, dan bijaksana.

Kebijaksanaan itu harus membuat anak bebas dalam mempelajari apapun. Sebab anak-anak akan selalu bertanya-tanya dengan penasaran terhadap dunia yang ingin diketahuinya. Mereka ingin memiliki sebanyak mungkin pengalaman langsung dan pengalaman praktik. Sebagai orang tua maupun pendidiknya, kita harus terus menjaga rasa penasaran dan imajinasi mereka. Selain itu, generasi milenial diharapkan dapat membimbing anaknya melalui pemanfaatan teknologi yang tinggi.


4. Generasi mandiri dan berpendidikan tinggi

Generasi alfa diprediksi akan mampu memenuhi kebutuhannya sendiri, lebih berpendidikan, serta lebih siap untuk menghadapi tantangan-tantangan berat. Dalam pendidikan, generasi alfa akan terpapar pendidikan online yang gratis. Orang tua dan guru perlu mendukung itu dengan kualitas pendidikan digital yang memadai agar mampu memenuhi hasrat belajar mereka dimanapun dan kapanpun.

Setelah dipaparkan peluang positif terhadap generasi alfa, jangan ragu untuk berinvestasi pada pendidikan mereka. Jika Anda sebagai orang tua generasi alfa membutuhkan dana talangan yang cepat, mnc finance selalu hadir dengan pinjaman jaminan yang mudah, proses aman dan cepat, serta bunga yang bersaing.