Official Website - MNC Finance
  • (021) 29701100

 

Menilik Bisnis Buah Tangan Lokal

02 Agustus 2019

1. Riset Potensi

Kesalahan utama dari riset produk ialah dengan langsung terjun pada para pesaing. Cobalah lakukan dengan duduk merenung di tempat wisata. Galilah apa yang wisatawan butuhkan, tetapi belum tersedia di pasaran. Ide ini akan menjadi lebih baik jika sesuai dengan kemampuanmu. Celah kosong itulah yang dapat menjadi potensi untuk bisnis oleh-olehmu. Setelah mendapatkan ide, cobalah konfirmasi pada wisatawan dengan bertanya, dan kemudian matangkan idemu.

2. Desain Produk

Jangan menunda ide dan diterbangkan angin. Segera catat atau gambar desain produkmu sesuai dengan bayangan. Setelah itu, cobalah bandingkan dengan produk lain, terutama produk di luar wilayahmu. Jika perlu, konsultasikan dengan ahli pemasaran. Tak selesai pada coretan, desain produk harus segera disampaikan kepada pengrajin, juru masak, atau kamu dapat melakukannya karena sesuai dengan kemampuanmu. Contoh produk dapat dinilai olehmu sendiri, bahkan jangan ragu untuk menunjukkannya pada orang lain. 

3. Perpaduan Lokal dan Modern

Oleh-oleh selalu menuntut ciri khas daerah. Karenanya, kamu harus dapat merepresentasikan lokalitas dalam produkmu. Namun, produk itu tak boleh juga tertelan zaman. Orang akan membeli barang sesuai dengan dinamika modern. Jadi, padukanlah lokalitas dan modernitas. Perpaduan itu dapat dari produk, seperti tape keju, brownies talas, lampu sonar dari tempurung kelapa, atau lainnya. Dapat juga modernitas dan lokalitas hanya dijadikan pelengkap, misalkan bandrek yang dikemas modern sehingga praktis untuk membawanya.

3. Hadir di Tempat Wisata

Jangan mengharapkan orang-orang datang menghampiri produkmu. Tetapi, carilah di destinasi wisata di mana wisatawan banyak berkunjung sehingga mereka dapat melihat produkmu. Caranya bisa dengan menitipkan produkmu pada toko oleh-oleh, menitipkan pada pedagang kecil atau asongan, atau jika cukup modal, bukalah kios oleh-olehmu sendiri.

4. Kerja Sama dengan Tour dan Travel

Salah satu cara terbaik berbisnis oleh-oleh adalah dengan memanfaatkan tour, travel, atau pemandu. Mereka berpotensi membawa banyak orang dalam satu rombongan ke tempat oleh-olehmu berada. Caranya, jangan lupa berbagi komisi setiap ada transaksi. Selain itu, kamu dapat menempelkan brandmu pada setiap aksesoris yang mereka gunakan, misalnya kaos pemandu wisata.

5. Branding dan Pemasaran

Mengidentifikasi produk sendiri sehingga terlihat berbeda dengan produk lainnya adalah kunci keberhasilan. Apakah merkmu terkenal dengan kata-kata nyeleneh? Atau gambar kartun tempat wisata dan tokoh wayang daerah? Ciri khas akan membuat orang mengingat oleh-olehmu. Sehingga, orang lain pun akan turut melirik. Jangan lupa, lakukan pemasaran sesuai dengan zamannya. Misalnya melakukan promosi melalui selebgram, dan media sosial lainnya.


6. Siapkan Modal dengan Matang

Bisnis makanan daerah merupakan bisnis yang memerlukan modal yang tidak sedikit. Biaya produksi massal, packaging yang rupawan dan juga strategi pemasaran dengan berbagai merchant lain yang memerlukan biaya besar, namun hal tersebut juga berpotensi meraup untung yang bombastis terlebih kalau daerahmu memiliki magnet yang kencang untuk para wisatawan lokal atau mancanegara. Jika ide sudah matang, rekanan-rekanan vendor sudah siap dan strategi pun sudah disusun tentu masalah modal tidak menjadi urusan yang memusingkan lagi, jika modal yang kamu miliki tidak cukup, kamu bisa mempertimbangkan untuk melakukan pinjaman modal ke perusahaan penyedia jasa pembiayaan seperti MNC Finance yang memiliki produk pembiayaan dengan agunan BPKB mobil, selain pencairan yang cukup tinggi 85% dari nilai asetmu, mobil juga masih dapat digunakan sebagai operasional toko.