Official Website - MNC Finance
  • (021) 29701100

 

Mengubah Bisnis Keluarga yang Jadul

09 Agustus 2019

Namun, jangan terlalu senang dan tenang dalam mengelola usaha keluarga. Satu hal yang perlu diingat, meskipun bisnis keluarga, tetapi dalam hubungan berbisnis tidak mungkin hanya berurusan dengan keluarga saja. Interaksi dengan pelanggan atau mungkin karyawan yang bukan bagian dari anggota keluarga adalah hal yang tak bisa dielakkan. 

Bisnis yang kompetitif dan profesional perlu dijalankan agar tidak hanya yang merasa dirugikan. Jika kita mampu memuaskan pelanggan dan pendapatan meningkat, maka setiap anggota keluarga pun akan bertambah. 

Selain itu, bisnis keluarga pun seringkali meninggalkan sistem dan produk yang jadul. Sementara inovasi dalam dunia bisnis semakin bergerak cepat. Berikut kami rangkum bagaimana sebaiknya kita mengubah bisnis keluarga yang jadul menjadi lebih profesional dan modern.

1. Struktur Manajemen yang Profesional

Bisnis keluarga seringkali menyisihkan orang yang profesional untuk bergabung hanya untuk memberi jatah anggota keluarga meskipun kurang kompeten. Hal itu dapat membahayakan, sebagian kecil anggota keluarga dapat terselamatkan, tetapi anggota keluarga lain dalam struktur bisnis yang lebih besar dapat menanggung resikonya. Jadi, jangan ragu untuk menempatkan orang profesional dalam bisnis keluargamu. Jika masih enggan untuk menempatkan orang lain yang profesional dalam bisnis keluarga, kamu dapat memberikan pendidikan terbaik bagi  anggota keluargamu agar mampu mengembangkan bisnis menjadi lebih pesat.

Tata kelola dalam keluarga pun perlu dikembangkan, agar saat terjadi konflik dapat diselesaikan dengan lebih jelas dan rasional.  Bisnis keluarga pun tidak akan hancur karena perselisihan yang tidak berkesudahan sehingga menghentikan roda bisnis.

2. Prinsip Keadilan

Meskipun bisnis keluarga, tetapi pembagian keuntungan atau kompensasi harus jelas dan profesional, jika perlu dicatat secara tertulis. Hal ini dapat menjaga harmoni dalam hubungan keluarga dan menjamin kelancaran bisnis yang berlangsung. Nilai kompensasi pun harus adil terhadap anggota keluarga, jika tidak, akan berisiko mendapatkan resistensi dari mereka untuk bekerja secara profesional. 


3. Modernisasi Sistem Keuangan 

Prinsip keadilan dalam kompensasi dapat berlangsung baik dengan sistem akuntansi yang modern. Penggunaan mesin akuntansi (minimal komputer) dan dijalankan oleh akuntan yang profesional akan mampu memperjelas rantai keuangan mulai dari pemasukan dari konsumen hingga pembagian keuntungan bagi karyawan, baik anggota keluarga maupun bukan.

4. Modernisasi Pemasaran

Perlu diperhatikan, barangkali bisnis yang diwariskan oleh keluarga dijalankan dengan cara pemasaran yang lama, misalkan hanya dari mulut ke mulut. Sebagai penerus bisnis tersebut, sebaiknya mulai mengambil langkah untuk melakukan pemasaran modern, mulai dari pengemasan yang lebih modern dan menampilkan merek yang baik, hingga pemanfaatan media sosial.

5. Modernisasi Produk

Bisa saja bisnis keluarga masih stagnan dalam bentuk produk yang awal, sulit mengembangkan inovasi. Karenanya, jangan ragu untuk terus melakukan inovasi produk yang dapat lebih sesuai dengan selera pasar modern. Hal ini pun akan mampu memperluas jangkauan pasar.