Official Website - MNC Finance
  • (021) 29701100

 

Melestarikan Batik, Meraup Untung yang Menggelitik

04 Oktober 2019

Beberapa hari yang lalu merupakan hari batik yang jatuh pada tanggal 2 Oktober 2019, banyak tagar yang bertuliskan #banggapakaibatik di sosial media. Sejatinya, dengan menggunakan batik, kaum generasi milenial ikut kontribusi banyak bagi pengembangan budaya. Sekarang, batik tidak hanya menjadi pakaian formal dan terkesan kolot. Banyak sekali kreasi busana dan pengembangan ragam batik yang menjadi nilai jual yang tinggi. Bahkan, di kanca internasional pun batik mempunyai tempat tersendiri. 


Melihat peluang tersebut, banyak pelaku dunia usaha khususnya bidang fashion yang berlomba untuk membuat berbagai produk kreasi dari batik, baik batik cap, tulis maupun batik print. Mereka membuat batik agar lebih terlihat modern sehingga target pasar kaum milenial bisa terjamah. 


Jika kamu sedang mencari ide berbisnis yang cukup menjanjikan dan memiliki pangsa pasar yang luas, tidak ada salahnya menengok ke bisnis batik ini. Berikut beberapa tips sebelum kamu memulai berbisnis batik.


1. Memahami Sejarah dan Jenis-jenis Batik

Sebelum menggeluti bidang bisnis batik, tidak ada salahnya kamu mencari tahu terlebih dahulu sejarah dan cerita di balik berbagai batik dari daerah-daerah yang terkenal memproduksinya. Alasannya, agar ketika menjadi penjual, kamu dapat menguasai ketika pembeli menanyakan arti dari batik, karena setiap batik memiliki ceritanya tersendiri dan ciri khas dari motifnya tersebut. Selain itu, memahami jenis-jenis batik juga berpengaruh untuk menentukan harga jual di pasaran. Misalkan batik tulis pasti lebih mahal daripada batik cap atau print karena dibuat benar-benar dari guratan tangan sang pembuat batik dan tidak menggunakan alat bantu cap atau printer kain.


2. Tentukan Target Pasar


Menentukan target pasar yang akan dituju akan mempengaruhi ke mana model bisnis, strategi promosi dan jenis produk akan berkiblat. Tentu saja jenis produk untuk mass market akan berbeda jika kamu menargetkan kaum milenial menjadi konsumenmu. Kaum milenial lebih menyukai produk yang memiliki nilai historis dan model yang lebih fresh. Artinya kamu perlu memadupadankan style berpakaian yang sedang hits di pasaran mereka, poin ini tentu berkaitan juga dengan poin di penjelasan nomor 1.


3. Pilih dan Mencari Pengrajin yang Sesuai

Sebelum membuka bisnis batik, kamu perlu melakukan survey ke beberapa pengrajin batik yang tersebar di banyak daerah di Jawa, contohnya Jogja, Solo, Pekalongan, Cirebon dan lain-lainnya. Mencari partner pengrajin, memang susah-susah gampang. Pastikan pengrajin memahami permintaan batik yang Kamu maksud dari sisi desain, pemilihan bahan, dan warna, jangan segan juga untuk meminta contoh sebelum memproduksi dalam skala yang besar, agar tidak merugi di awal bisnis.


4. Strategi Pemasaran 

Jangan lupa untuk memaksimalkan potensi dari social media dan berbagai platform e-commerce untuk membuat bisnis kamu lebih dikenal dan berkembang. Strategi pemasaran juga bergantung pada gaya bahasa marketing, identitas brand, campaign strategy dan tidak kalah penting kemasan yang menarik, buatlah kemasan semenarik mungkin kalau bisa juga yang ramah lingkungan, di samping membantu menyelamatkan bumi, kemasan ramah lingkungan juga menjadi sebuah trend/life style yang sedang digandrungi banyak kaum milenial. Jika kamu memiliki offline store kamu juga bisa menggunakan fitur Google my Business agar tokomu terdaftar dan mudah dicari pada laman Google. 


Beberapa poin di atas dapat segera kamu terapkan jika kamu ingin memulai bisnis batik. Jangan ragu untuk memulai bisnis batik yang juga ikut melestarikan budaya dan identitas negeri ini. MNC Finance turut mendukung dan membantu modal usaha untuk kamu memulai bisnismu!