Official Website - MNC Finance
  • (021) 29701100

 

Ekonomi Lesu Akibat Covid-19, Bagaimana Usaha Kecilmu Bisa Aman? Ini 4 Kiatnya!

03 April 2020

1. Tetap Tenang, Rancang Taktik Pemasaran

Sikap siap, sigap, dan tenang, adalah kunci untuk berhasil melewati masa-masa sulit ini. Wabah Covid-19 ini mengejutkan banyak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) karena akan mengubah berbagai hal dari bisnis mereka, juga pengurangan jumlah konsumen karena terhentinya mobilitas orang, atau ekonomi secara umum yang memburuk. 

Dengan tetap tenang, kamu dapat merefleksikan kondisi bisnismu agar dapat lebih efektif dan efisien sesuai dengan kondisi saat ini, serta tidak mengambil strategi yang buruk yang disebabkan oleh kepanikan.

Selain tetap tenang, pastikan kamu melangsungkan pemasaran seperti biasanya, terutama melalui platform online yang gratis, misalnya media sosial. Kamu dapat membuat e-katalog sederhana dan jelas yang dapat disebarkan dari satu grup media sosial ke grup media sosial lainnya. Pemasaran pun lebih baik dilakukan mulai dari orang-orang terdekat.

Kepanikan yang membuat berhenti pemasaran akan memperparah keadaan.

2. Sesuaikan Proses Bisnis dan Pengelolaan Anggaran

Ketika krisis melanda, hal yang paling ampuh untuk dilakukan adalah dengan mengubah proses bisnis sesuai dengan kondisi yang terjadi. Inilah saat yang tepat untuk mengevaluasi secara mandiri proses bisnis usahamu yang tidak efektif. Jangan ragu untuk membuang tahapan bisnis yang tidak efektif dan efisien.

Perubahan proses bisnis yang baik semestinya diikuti dengan perubahan pengelolaan anggaran. Mengeluarkan kegiatan yang tidak perlu akan menekan ongkos produksi. Sehingga dapat memaksimalkan margin keuntungan meski penjualan sedikit.

Selain itu, jika kondisi tidak membaik selama tiga bulan dalam krisis, kamu dapat mengeluarkan barang-barang investasi atau alat produksi yang dirasa tidak terlalu berguna dan produksi akan tetap berjalan tanpa barang inventaris tersebut. Hasil dari penjualan dapat dijadikan modal untuk bernafas lebih panjang.

3. Memperhatikan Kebijakan Pemerintah dan Negosiasi

Ketika wabah menimpa secara luas, pemerintah dalam sebuah wilayah, baik tingkat negara hingga daerah, pasti akan mengambil kebijakan. Kebijakan itu diambil untuk menyelamatkan pertumbuhan ekonomi dalam arus produksi dan konsumsi. Apalagi, kondisi ekonomi Indonesia yang masih disokong oleh UMKM, pasti usahamu akan mendapat perhatian.

Ikuti perkembangan berita ekonomi dari pemerintah, serta pahami secara seksama berbagai kebijakan yang dikeluarkannya adalah kunci. Pemerintah misalnya akan melakukan relaksasi pinjaman serta kelonggaran pajak. Hal itu tentu dapat kamu manfaatkan.

Selain dengan pemerintah, cobalah untuk melakukan negosiasi dengan bank atau peminjam modal lainnya, misalnya pemilik tempat untuk kamu melangsungkan usaha. Negosiasi yang baik pasti akan membantu usahamu untuk bertahan.

4. Jaga Kekompakan

Jika usaha kecilmu dijalankan dengan modal bersama, ajaklah pemilik modal lainnya untuk berdiskusi jalan keluar dari tekanan kondisi saat ini. Kekompakan sangat perlu dijaga. Serta jangan ragu jika seseorang yang kondisi ekonominya lebih baik harus menalangi modal tambahan agar usaha kecilmu itu dapat terus bertahan.

Selain dengan rekan pemilik modal, kamu wajib sekali untuk berbincang dengan karyawan. Pastikan mereka tetap bersemangat untuk produksi dalam keadaan sehat. Jika kondisi tetap memburuk, ajak mereka berdiskusi, pasti akan didapatkan cara bisnis yang lebih efektif dari pengalaman teknis mereka. Jika terpaksa karyawan tersebut harus dirumahkan, pastikan mereka dapat bertahan hidup dengan bantuan selama minimal 3 bulan, setidaknya bentuk sembako.

Jika kondisi masih memburuk, pinjaman modal dengan jaminan BPKB kendaraan atau sertifikat rumah di MNC Finance dapat juga kamu manfaatkan. Pastikan modal tersebut dapat bergulir untuk kebangkitan usahamu.