Official Website - MNC Finance
  • (021) 29701100

 

Berhemat setelah Lebaran di Tengah Pandemi

29 Mei 2020

1. Sandang, Pangan, Papan Tak Harus Baru
Perayaan hari raya lebaran Idul Fitri diyakini sebagai momen kembalinya manusia ke dalam kesucian. Karenanya, orang-orang seringkali menafsirkannya sebagai “sesuatu yang baru”. Karenanya orang-orang pun berbondong-bondong untuk memborong pakaian baru, terutama sebagai hadiah anak-anak yang sedang belajar puasa. Ada yang kurang rasanya lebaran tanpa baju baru. Tahun ini, tampaknya tradisi membeli baju baru untuk perayaan hari raya dapat ditahan, karena kita tidak akan bertemu dengan banyak orang yang akan melihat baju kita. Kita lebih banyak di rumah, dan memaknai lahirnya jiwa baru setelah puasa satu bulan penuh.
Selain baju baru, orang-orang juga seringkali memaknai lahirnya jiwa baru dikaitkan dengan nuansa rumah yang baru. Pemikiran ini didukung oleh kondisi tradisi bahwa pada setiap hari raya, orang-orang saling berkunjung satu sama lainnya. Kali ini, keramaian dilarang, dan sebagian orang bahkan takut untuk berinteraksi dengan orang lain. Jadi, lagi-lagi uang untuk dekorasi dan perubahan nuansa rumah seperti cat, perabotan, hiasan bunga, lukisan, dan lainnya dapat kamu simpan sebagai tabungan untuk menghadapi masa wabah yang belum jelas kapan berakhirnya.
Selain itu, ongkos untuk kue kering, dan berbagai makanan khas lebaran porsinya kini dapat dikurangi, cukup untuk keluarga sendiri. Lebaran kali ini memang kita sangat diajari bagaimana merayakan hari raya tanpa menghambur-hamburkan uang.
2. Silaturahmi Online
Larangan pulang ke kampung halaman, atau mudik untuk merayakan lebaran Idul Fitri kali ini bertujuan untuk mencegah penyebaran Covid-19 dari episentrumnya, yaitu daerah Jabodetabek. Sebagai umat yang baik, sudah selayaknya kita mengindahkan anjuran tersebut. Ongkos untuk pulang kampung pun dapat disimpan, atau dikirimkan uangnya untuk keluarga di kampung halaman.
Silaturahmi kini dapat dilakukan online, melalui rangkaian kata, desain grafis, video call, atau berbagai bentuk silaturahmi lainnya. Karenanya, sebagian ongkos pulang kampung pun dapat dihitung untuk kemudian dialihkan menjadi pengeluaran untuk pulsa telepon seluler. Sehingga, tidak ada pengeluaran yang membengkak untuk pulsa di luar kendali kita.
Selain dapat menghemat dari ongkos, biaya untuk tinggal di kampung halaman juga dapat dialihkan untuk berbagai tujuan lainnya.
3. Perhiasan
Bagi sebagian orang rantau, mudik ke kampung halaman saat hari raya merupakan ajang pembuktian keberhasilan kita di rantau. Tak ayal, seringkali meminjam uang untuk keperluan membeli perhiasan emas, atau kendaraan baru. Merayakan hari raya di tengah wabah ini harus dengan strategi yang baru, yaitu mengalokasikan uang untuk perhiasan menjadi tabungan dana darurat. Jika ada uang berlebih, strategi investasi dapat diubah menjadi logam mulia, atau bentuk lainnya.
Di tengah krisis kesehatan dan krisis ekonomi ini, sudah seharusnya lebaran tidak menjadi ajang pengeluaran yang berlebihan. Hidup dalam kecukupan saja, dan mempersiapkan untuk resiko terburuk. Namun, jika resiko terburuk tersebut sulit dihadapi, MNC Finance selalu menanti untuk membantumu menjalani hidup lebih baik lagi.